Magang sering dianggap sebagai proses belajar pekerjaan, tapi bagi saya pengalaman magang ini justru membuka pemahaman baru tentang komunikasi dan budaya. Di tempat saya magang sekarang sebagian besar orang yang bekerja adalah India. Mulai dari pemilik toko hingga supervisor dan staf gudang. Situasi ini membuat proses adaptasi terasa berbeda karena bukan hanya pekerjaannya yang baru tetapi juga cara mereka berkomunikasi.
Pengaruh Budaya dalam Cara Berkomunikasi
Hal pertama yang saya perhatikan adalah bahwa hubungan kerja mereka masih dipengaruhi budaya kasta. Atasan biasanya berasal dari kasta yang lebih tinggi sedangkan pekerja gudang dan sales kebanyakan berasal dari kelompok India berkulit lebih gelap yang mereka anggap berada di kasta lebih rendah.
Perbedaan ini terlihat dari cara berbicara, sikap saat memberi instruksi, sampai bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain. Sebagai orang lokal saya perlu waktu untuk memahami pola komunikasi tersebut agar bisa mengikuti ritme kerja mereka.
Tantangan Menjadi Orang Lokal
Di awal magang saya merasakan bahwa orang India di tempat kerja kurang percaya dengan orang lokal Indonesia. Tugas yang diberikan biasanya kecil lebih dulu dan mereka sangat memperhatikan apakah saya mengikuti instruksi dengan teliti.
Namun perlahan saya memahami bahwa sikap ini bukan bermaksud meremehkan. Bagi komunitas India yang bergerak di bidang tekstil kepercayaan adalah hal paling penting. Mereka hanya memberi tanggung jawab penuh kepada orang yang benar benar dianggap jujur dan bisa dipercaya. Butuh proses untuk sampai ke tahap itu.
Kepercayaan yang Berbuah Kesetiaan
Hal menarik yang saya pelajari adalah ketika mereka sudah percaya pada seseorang hubungan kerja menjadi sangat kuat. Di toko tempat saya magang beberapa karyawan lokal sudah bekerja belasan tahun. Mereka dianggap orang kepercayaan keluarga dan bukan sekadar staf.
Bahkan ada cerita bahwa jika satu toko tekstil milik komunitas India bangkrut maka toko India lainnya akan mengajak karyawan lokal yang sudah dipercaya untuk bekerja di tempat mereka. Bagi mereka kemampuan bisa dipelajari tetapi sifat jujur dan loyal sangat sulit ditemukan.
Inilah alasan orang lokal yang sudah dipercaya bisa bekerja sampai usia pensiun bersama komunitas India meski tokonya berbeda.
Belajar Komunikasi Antarbudaya
Magang ini mengajarkan saya bahwa komunikasi tidak terlepas dari budaya. Cara berbicara ekspresi wajah dan nada suara harus disesuaikan dengan karakter orang yang kita hadapi. Saya belajar untuk lebih sabar lebih peka dan lebih fleksibel saat menerima instruksi maupun menyampaikan pendapat.
Hambatan budaya membuat proses bekerja sedikit lebih berat pada awalnya tetapi pada akhirnya menjadi ruang belajar yang sangat berharga.
Penutup
Magang di lingkungan yang dipenuhi pekerja India membuat saya memahami bahwa perbedaan budaya bukan penghalang tetapi kesempatan untuk belajar hal baru. Membangun kepercayaan memang membutuhkan waktu tetapi ketika sudah terjalin hubungan kerja bisa menjadi sangat kuat.
Di balik perbedaan kebiasaan dan cara berkomunikasi ada nilai yang selalu mereka pegang yaitu bahwa orang yang sudah dipercaya akan dijaga dan dihargai. Bagi saya ini menjadi pelajaran penting bahwa integritas dan sikap bekerja jauh lebih menentukan daripada latar belakang apa pun.

No comments:
Post a Comment