Halo Genks!
Pernah nggak sih kita punya ide bagus banget buat kebaikan bersama, tapi ternyata pas mau dijalankan… mentok di persetujuan atau malah ditolak?Nah, pengalaman ini benar-benar ngasih pelajaran penting tentang bagaimana kreativitas, komunikasi, problem solving, dan adaptasi berperan besar dalam dunia kerja. Yuk, kita bahas bareng-bareng!
Awal Mula Ide: Inisiatif yang Datang dari Keprihatinan dan Observasi
Waktu itu saya sering ngobrol sama beberapa mitra ojek online, dan dari cerita-cerita mereka, kita mulai sadar kalau judi online mulai jadi masalah serius.
Banyak yang awalnya cuma “iseng”, tapi lama-lama jadi kecanduan gimana ga kecanduan karena untuk isi saldo atau bahasanya "Depo" itu bisa dari 5000 rupiah aja. Dampaknya bukan cuma keuangan, tapi juga perilaku kerja yang mengarah ke fraud seperti meminta tambahan biaya melebihi argo, memalsukan alasan parkir atau tol, bahkan sampai mengambil barang pelanggan.
Sebagai bagian dari tim yang peduli dengan integritas mitra, kita punya inisiatif untuk membuat materi edukasi tentang bahaya judi online. Tujuannya sederhana: mencegah sebelum terlambat.
Proses Kreatif: Dari Ide ke Aksi
Kita mulai menyusun konsep komunikasinya dengan gaya yang ringan, tapi tetap menyentuh sisi emosional.
Isinya tentang bagaimana judi online bisa menghancurkan keuangan dan kepercayaan pelanggan, disertai contoh nyata yang sering terjadi di lapangan.
Setelah konsepnya siap, kita ajukan ke manajer untuk approval, dan ternyata langsung disetujui! Wah, rasanya seperti langkah kecil menuju perubahan besar.
Tantangan: Ketika Ide Harus Diubah
Tapi ternyata, belum sempat di-blast ke mitra, tim marketing komunikasi melihat materi tersebut dan mengajak kita berdiskusi.
Mereka bilang, topik judi online ini cukup sensitif dan bisa dianggap terlalu mencampuri urusan pribadi mitra.
Akhirnya, setelah beberapa kali diskusi, materinya nggak jadi tayang.
Sebagai gantinya, disepakati untuk mengubah arah komunikasinya menjadi pelatihan “Cara Mengatur Keuangan Secara Sehat untuk Mitra”.
Seperti dijelaskan oleh Ibu Sere dalam pertemuan 2 di mata kuliah Hubungan Industrial (2025), dinamika kelompok berarti adanya hubungan saling ketergantungan di antara anggota tim yang bisa berubah sewaktu-waktu. Hal ini terasa banget ketika ide awal kami tentang materi “bahaya judi online” akhirnya berkembang menjadi pelatihan “pengelolaan keuangan mitra” setelah berdiskusi lintas tim.
Awalnya, jujur aja, agak kecewa. Tapi dari situ kita belajar banyak tentang pentingnya adaptasi dan komunikasi lintas tim.
Soft Skill yang Benar-Benar Terpakai
Dari pengalaman itu, kita sadar bahwa keberhasilan ide bukan cuma soal seberapa bagus gagasannya, tapi juga bagaimana kita mengomunikasikan dan menyesuaikannya dengan konteks organisasi.
Beberapa soft skill yang benar-benar terasa penting di sini antara lain:
-
Komunikasi:
Menyampaikan ide dengan jelas dan terbuka ke berbagai pihak, termasuk mendengar alasan kenapa ide bisa ditolak. -
Problem Solving:
Saat ide awal ditolak, kita nggak berhenti di situ. Kita mencari cara lain agar pesan intinya tetap tersampaikan misalnya lewat edukasi pengelolaan keuangan. -
Adaptasi:
Dunia kerja itu dinamis. Kadang kita harus menyesuaikan diri tanpa kehilangan semangat dan tujuan utama.
Refleksi: Kreativitas Bukan Soal Hasil, Tapi Proses
Dari pengalaman ini, kita harus paham bahwa inisiatif dan kreativitas nggak selalu langsung berhasil, tapi setiap langkah yang kita ambil pasti selalu menambah pengalaman berharga.
Yang penting bukan cuma ide kita disetujui, tapi bagaimana kita bisa terus berkontribusi positif dengan cara yang bisa diterima bersama.
Pada akhirnya, meskipun pesan tentang “bahaya judi online” nggak tayang dalam bentuk awalnya, pesan moralnya tetap hidup lewat versi baru yang lebih diterima dan tetap membawa dampak baik bagi mitra.
Penutup
Kreativitas dan inisiatif dalam pekerjaan bukan cuma soal berani beda, tapi juga soal mau belajar, beradaptasi, dan tetap komunikatif.
Setiap ide punya perjalanan dan tantangannya sendiri, dan kadang dari ide yang ditolak justru muncul inovasi yang lebih baik.
Jadi, kalau kita punya ide baik, jangan takut mulai dulu. Karena dari proses itulah kita belajar menjadi pribadi yang lebih tangguh, terbuka, dan solutif di dunia kerja.
Sumber :
Sumber:
Serepina T. Iur Maida, “Faktor Hubungan dengan Manusia dan Dinamikanya” (Materi pertemuan 2 Hubungan Industrial, Universitas Mpu Tantular)

No comments:
Post a Comment