Magang biasanya diidentikkan dengan mahasiswa yang baru mengenal dunia kerja. Namun bagi sebagian orang, termasuk saya yang sudah lama berkarier di bidang pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, program ini memiliki makna yang berbeda.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi (Digital Communication) di Universitas Mpu Tantular, saya mendapat kesempatan untuk melaksanakan program magang di Mitra Textile Jakarta sebagai Learning Designer. Kegiatan ini berlangsung dari 10 November 2025 hingga 9 Januari 2026.
Magang dalam Konteks Pengalaman Kerja
Dengan latar belakang pengalaman di bidang Learning & Development selama lebih dari satu dekade, magang ini tidak saya pandang sebagai proses “belajar dari awal”, melainkan sebagai bentuk penyelarasan antara dunia akademik dan praktik profesional yang sudah saya jalani.
Tanggung jawab saya di Mitra Textile mencakup mendukung proses transformasi pembelajaran digital, menyusun naskah untuk materi product knowledge, serta membantu pengembangan materi service excellent. Meskipun jenis pekerjaannya tidak jauh berbeda dengan yang pernah saya tangani sebelumnya, konteksnya kali ini berbeda: kegiatan ini berada dalam kerangka akademik, dengan tujuan untuk mendokumentasikan dan menghubungkan teori dengan praktik lapangan.
Antara Akademik dan Profesional
Program magang bagi mahasiswa berpengalaman sebenarnya dapat menjadi sarana untuk meninjau kembali pola kerja dan memperbarui perspektif terhadap dunia industri. Walau sebagian proses terasa administratif, saya melihat kesempatan ini sebagai ruang refleksi untuk menilai kembali bagaimana pengalaman kerja dapat diselaraskan dengan pendekatan akademik yang lebih sistematis.
Selain itu, program ini juga menjadi jembatan bagi dunia kampus dan industri, terutama dalam bidang komunikasi digital yang terus berkembang. Melalui magang ini, saya dapat berkontribusi sekaligus memahami cara perusahaan tradisional seperti Mitra Textile melakukan transformasi ke arah pembelajaran digital.
Penutup
Magang di Mitra Textile bagi saya bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sarana untuk menyatukan dua sisi yang sama-sama penting: pengalaman profesional dan pemahaman teoretis.
Setiap proses memiliki nilainya sendiri, dan meskipun bentuknya berbeda dari pengalaman kerja sebelumnya, kegiatan ini tetap menjadi kesempatan untuk meninjau ulang, beradaptasi, dan melihat dunia kerja dari sudut pandang yang lebih luas.


