Wednesday, 12 November 2025

Magang 5 : Magang di Tengah Pengalaman Profesional - Sebuah Proses Penyesuaian

 




Magang biasanya diidentikkan dengan mahasiswa yang baru mengenal dunia kerja. Namun bagi sebagian orang, termasuk saya yang sudah lama berkarier di bidang pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, program ini memiliki makna yang berbeda.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi (Digital Communication) di Universitas Mpu Tantular, saya mendapat kesempatan untuk melaksanakan program magang di Mitra Textile Jakarta sebagai Learning Designer. Kegiatan ini berlangsung dari 10 November 2025 hingga 9 Januari 2026.


Magang dalam Konteks Pengalaman Kerja

Dengan latar belakang pengalaman di bidang Learning & Development selama lebih dari satu dekade, magang ini tidak saya pandang sebagai proses “belajar dari awal”, melainkan sebagai bentuk penyelarasan antara dunia akademik dan praktik profesional yang sudah saya jalani.

Tanggung jawab saya di Mitra Textile mencakup mendukung proses transformasi pembelajaran digital, menyusun naskah untuk materi product knowledge, serta membantu pengembangan materi service excellent. Meskipun jenis pekerjaannya tidak jauh berbeda dengan yang pernah saya tangani sebelumnya, konteksnya kali ini berbeda: kegiatan ini berada dalam kerangka akademik, dengan tujuan untuk mendokumentasikan dan menghubungkan teori dengan praktik lapangan.


Antara Akademik dan Profesional

Program magang bagi mahasiswa berpengalaman sebenarnya dapat menjadi sarana untuk meninjau kembali pola kerja dan memperbarui perspektif terhadap dunia industri. Walau sebagian proses terasa administratif, saya melihat kesempatan ini sebagai ruang refleksi untuk menilai kembali bagaimana pengalaman kerja dapat diselaraskan dengan pendekatan akademik yang lebih sistematis.

Selain itu, program ini juga menjadi jembatan bagi dunia kampus dan industri, terutama dalam bidang komunikasi digital yang terus berkembang. Melalui magang ini, saya dapat berkontribusi sekaligus memahami cara perusahaan tradisional seperti Mitra Textile melakukan transformasi ke arah pembelajaran digital.

Penutup

Magang di Mitra Textile bagi saya bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi sarana untuk menyatukan dua sisi yang sama-sama penting: pengalaman profesional dan pemahaman teoretis.

Setiap proses memiliki nilainya sendiri, dan meskipun bentuknya berbeda dari pengalaman kerja sebelumnya, kegiatan ini tetap menjadi kesempatan untuk meninjau ulang, beradaptasi, dan melihat dunia kerja dari sudut pandang yang lebih luas.

Sunday, 2 November 2025

Magang 4 : Nggak Selalu Mulus: Belajar dari Hambatan dan Hal yang Nggak Mengenakkan





Halo Genks

Kalau dengar kata magang, banyak orang langsung membayangkan pengalaman seru, dapat ilmu baru, dan kesempatan kerja setelah lulus. Tapi kenyataannya, tidak semua pengalaman magang berjalan semanis itu. Ada juga hal-hal yang terasa sulit, membingungkan, bahkan kadang membuat kita ingin cepat-cepat selesai.

Namun di balik semua itu, justru banyak pelajaran berharga yang bisa diambil. Mari kita bahas bersama tentang sisi lain dari pengalaman magang yang jarang dibicarakan.


Awal yang Tidak Selalu Sesuai Ekspektasi

Banyak peserta magang yang datang dengan semangat tinggi. Mereka membayangkan akan diberi tugas-tugas besar, diajak rapat penting, atau dilibatkan dalam proyek besar perusahaan. Tapi begitu masuk, kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Ada yang hanya diberi tugas administratif, membantu input data, atau membuat laporan sederhana. Kadang muncul rasa kecewa karena merasa kemampuan yang dimiliki tidak terpakai. Di sinilah pentingnya memahami bahwa magang memang dimulai dari hal kecil. Tugas sederhana pun sebenarnya bagian dari proses belajar tentang tanggung jawab dan ketelitian.


Hambatan dalam Komunikasi dan Adaptasi

Salah satu tantangan paling umum selama magang adalah beradaptasi dengan lingkungan kerja. Setiap kantor punya budaya yang berbeda, mulai dari cara berbicara, jam kerja, hingga gaya kepemimpinan.

Tidak jarang peserta magang merasa canggung untuk bertanya, takut dianggap tidak kompeten, atau bahkan kesulitan memahami instruksi atasan.
Dalam situasi seperti ini, komunikasi menjadi kunci utama. Lebih baik bertanya dengan sopan daripada salah dalam bekerja. Selain itu, menjaga sikap terbuka terhadap kritik juga penting agar kita bisa berkembang.

Tantangan dalam Manajemen Waktu dan Tekanan Pekerjaan

Meski statusnya masih belajar, peserta magang sering kali dituntut untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan dengan hasil yang baik. Tekanan ini bisa terasa berat, apalagi jika harus membagi waktu antara magang dan tugas kuliah.

Beberapa orang juga mengalami kelelahan karena harus menyesuaikan diri dengan ritme kerja yang padat. Di sinilah pentingnya kemampuan mengatur waktu dan menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pribadi dan profesional.


Kurangnya Bimbingan dan Arahan

Tidak semua tempat magang memiliki sistem pembimbingan yang baik. Kadang peserta magang hanya diberi tugas tanpa penjelasan jelas. Ada juga yang merasa seperti dibiarkan bekerja sendiri tanpa tahu apakah yang dilakukan sudah benar atau belum.

Situasi seperti ini memang tidak nyaman. Tapi justru dari sini kita belajar untuk lebih mandiri dan proaktif mencari tahu. Jika tidak paham, cobalah berdiskusi dengan rekan kerja atau meminta arahan dengan sopan. Dunia kerja memang tidak selalu memberi panduan langkah demi langkah, dan magang adalah kesempatan untuk belajar menghadapi kondisi itu.


Menghadapi Kritik dan Kesalahan

Kesalahan dalam bekerja saat magang adalah hal yang wajar. Kadang kita salah mengetik data, salah menafsirkan instruksi, atau terlambat menyelesaikan tugas. Namun yang paling penting bukan menghindari kesalahan, melainkan bagaimana cara kita menyikapinya.

Beberapa peserta magang merasa tersinggung saat dikritik, padahal kritik sering kali diberikan agar kita bisa memperbaiki diri. Dunia kerja menuntut mental yang kuat dan siap belajar dari kesalahan. Dari setiap teguran, selalu ada pelajaran yang bisa membuat kita lebih matang.


Refleksi: Magang Bukan Sekadar Tentang Tugas, Tapi Tentang Diri Sendiri

Pada akhirnya, magang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang kita merasa tidak dihargai, merasa salah tempat, atau lelah karena ritme kerja yang berat. Tapi di balik itu semua, setiap hambatan adalah bagian dari proses pembentukan karakter profesional.

Magang mengajarkan kita untuk lebih sabar, lebih tangguh, dan lebih bijak dalam menghadapi situasi sulit. Pengalaman yang terasa tidak menyenangkan hari ini bisa jadi bekal penting di masa depan. Karena dunia kerja nyata juga tidak selalu ideal, dan magang adalah latihan terbaik untuk menghadapinya.

Saturday, 1 November 2025

Magang 3 : Nggak Cuma Ngopi dan Fotokopi: Cerita Seru Belajar Dunia Kerja yang Sesungguhnya!





Halo Genks

Pernah dengar kata magang dan langsung terbayang kerjaannya cuma bikin kopi atau fotokopi dokumen kantor seharian?
Padahal, magang itu jauh lebih dari sekadar kegiatan administratif. Sekarang magang menjadi bagian penting dari proses belajar untuk mengenal dunia kerja secara nyata. Bukan hanya sebagai syarat kuliah, tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah kemampuan dan membangun kesiapan diri sebelum benar-benar bekerja.


Apa Itu Magang

Secara sederhana, magang adalah kegiatan belajar sambil bekerja di lingkungan kerja yang sebenarnya.
Biasanya dilakukan oleh mahasiswa atau pelajar tingkat akhir dengan tujuan untuk memahami bagaimana teori yang selama ini dipelajari diterapkan di dunia profesional.

Melalui magang, seseorang bisa belajar mengenal budaya organisasi, memahami alur kerja, beradaptasi dengan ritme kantor, dan berinteraksi dengan rekan kerja dari berbagai latar belakang.
Jadi, magang bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, melainkan juga tentang memahami bagaimana sistem dan tanggung jawab di dunia kerja dijalankan.


Tujuan Magang

Magang memiliki tujuan utama sebagai jembatan antara teori dan praktik.
Dalam prosesnya, mahasiswa diajak untuk merasakan pengalaman nyata yang selama ini belum pernah ditemui di lingkungan kampus.

Beberapa tujuan magang antara lain sebagai berikut

  1. Menghubungkan teori dengan praktik
    Ilmu yang didapat di kelas diuji langsung di lapangan. Misalnya, mahasiswa jurusan komunikasi bisa mempraktikkan cara membuat strategi kampanye media yang efektif.

  2. Belajar budaya kerja dan profesionalisme
    Melalui magang, seseorang belajar cara bersikap di lingkungan profesional, mulai dari cara berpakaian, berkomunikasi, hingga mengatur waktu kerja.

  3. Menemukan minat dan arah karier
    Pengalaman magang dapat membantu mengenali bidang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat pribadi.

  4. Membangun relasi dan pengalaman kerja
    Selama magang, peserta dapat berkenalan dengan orang-orang profesional yang kelak bisa menjadi jaringan kerja atau bahkan membuka peluang karier di masa depan.

Manfaat Magang

Magang memberikan banyak manfaat yang tidak hanya berguna untuk nilai akademik, tetapi juga untuk pengembangan diri.

Beberapa manfaat penting yang bisa diperoleh antara lain

  • Pengalaman nyata
    Peserta bisa melihat langsung bagaimana teori diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

  • Peningkatan keterampilan
    Baik keterampilan teknis maupun kemampuan komunikasi, problem solving, dan manajemen waktu.

  • Kepercayaan diri
    Magang membentuk mental yang lebih siap menghadapi tanggung jawab dan tekanan di dunia kerja.

  • Nilai tambah karier
    Pengalaman magang sering kali menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan dalam merekrut karyawan baru.

Magang sebagai Sarana Pengembangan Soft Skill

Selain memberikan pengalaman kerja, magang juga melatih berbagai keterampilan nonteknis atau soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.

Beberapa di antaranya adalah

  • Komunikasi
    Kemampuan untuk menyampaikan ide, berdiskusi, dan bekerja sama dengan rekan kerja.

  • Pemecahan masalah
    Belajar menemukan solusi saat menghadapi kendala di pekerjaan.

  • Kerjasama tim
    Memahami pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

  • Adaptasi
    Setiap tempat kerja memiliki budaya dan ritme berbeda, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting.

Penutup

Magang bukan hanya kegiatan formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik.
Magang adalah kesempatan untuk belajar langsung tentang dunia kerja, membangun karakter profesional, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan karier.

Melalui magang, seseorang belajar untuk lebih disiplin, terbuka terhadap masukan, serta mampu mengembangkan potensi diri.
Pengalaman selama magang akan menjadi bekal berharga untuk memasuki dunia kerja yang sebenarnya.

Jadi, ketika kesempatan magang datang, jangan ragu untuk mengambilnya.
Anggaplah magang sebagai investasi diri menuju masa depan yang lebih siap, mandiri, dan berdaya saing.

Magang 8 : Ketika Pengalaman Bertemu Ruang Belajar

  Halo Genks!  Jujur saja, saya tidak pernah membayangkan akan menulis blog tentang magang di usia yang sudah kepala 3 inih wkwkwk . Di usi...